Senin, 26 September 2011

Daun Teh Penawar racun alamiah



daun teh“Ucapan sang istri tidak boleh tidak didengar!” Ungkapan ini sesuai benar dengan yang dialami Huang Guohua, asisten professor dari lembaga penelitian teknologi pangan universitas Jiao Da, Taiwan. Saat mengalami kesukaran tidak bisa mengekstrak melanin dari tumbuh-tumbuhan, karena belum berhasil mendapatkan bahan-bahan yang cocok, ia akhirnya berhasil menemukan “logam fero” di dalam kandungan teh, atas saran istrinya yang mengelola kedai teh. Setelah melalui percobaan hewan berkali-kali, ia menemukan penawar racun alamiah yang secara efektif dapat mencegah “racun milenium”?

Melanin vegetatif dalam kandungan teh

Huang guohua menuturkan bahwa melanin yang dipakai secara umum saat ini adalah ekstraksi dari kandung cairan hitam cumi-cumi atau sotong, yang harga perkilogramnya kurang lebih 200 dolar AS. Di China juga ada penelitian melanin yang diekstrak dari wijen, dan sudah mengajukan hak paten, sedangkan hasil penelitian di Taiwan diekstrak dari teh, harga perkilogramnya tidak lebih dari 1 dolar AS, dan efek antioksida melanin vegetatif lebih kuat dibanding yang lain, harganya pun lebih murah dan kualitasnya malah lebih bagus.
Huang Guohua menuturkan, bahwa kurang lebih pada 10 tahun silam, isterinya mengelola kedai minuman teh di Zhunan, Miaoli, Taiwan, karena tidak pandai mengelola dengan baik, maka baru setahun berjalan kemudian usahanya tutup, dan menyisakan setumpuk teh di toko.
Ia menuturkan, demi mendapatkan melanin vegetatif yang dapat dimanfaatkan, ia mencoba berbagai macam kulit buah-buahan warna tua, pernah mencoba buah kulit tebu, kulit leci dsb, meskipun ada beberapa yang cukup baik kualitasnya, namun, karena jumlah ekstraksinya tidak banyak, sehingga tidak bisa melakukan penelitian pada hewan. Tepat di saat sedang pusing tidak berhasil menemukan bahan-bahan yang cocok, sang istri menyarankan kenapa tidak mencoba setumpukan daun teh yang disimpan di toko, dan tak disangka, begitu percobaan sementara itu dijalankan, ia berhasil mendapatkan “logam fero” dalam kandungan teh, dan juga tak disangka barang dari hasil gulung tikar itu menjadi pusaka yang berharga.
Semula ia mengira bahwa daun teh yang segar itu berwarna hijau, namun, kata-kata sang “istri tidak boleh tidak harus ditanggapi”, karena hasil percobaan membuktikan, bahwa “Istri-lah yang genius”!demikian ujarnya. Huang guohua menuturkan, bahwa teh 100% beragi, dalam proses peragian itu, polifenol berubah menjadi melanin melalui reaksi polimerisasi.
Dibanding dengan mutu bahan lainnya, daun teh lebih murah, lagipula jumlah ekstraksinya lebih banyak, pembuktian melalui percobaan hewan berkali-kali ditemukan bahwa “logam fero” melanin vegetatif, bisa secara efektif mencegah kerusakan terhadap kelenjar hati dan limpa, sekaligus bisa menyimpan regenerasi obat penghilang nyeri, kerusakan ginjal dan hati yang disebabkan reaksi pengobatan terkait: bahkan bisa menghindari penyempitan pembuluh darah, perubahan patologis tahap permulaan dan mencegah penuaan tubuh.
Tim peneliti Huang Guohua sejak 7 tahun silam mulai meneliti dan mengembangkan obat baru yang diekstrak dari daun teh, dan baru-baru ini, secara berturut-turut memperoleh hasil yang membangkitkan semangat. Lebih dari 10 tesisnya yang telah rampung memperoleh “JAFC, Journal of Agricultural and Food Chemistry”dan menerima berbagai kategori majalah khusus internasional, hasil penelitian saat ini sudah mencapai pada tahap percobaan produksi. (erabaru.net)

0 200 komentar:

Posting Komentar

Ad Ad Ad

Ad